GEOGRAFI DALAM MEMPERSATUKAN INDONESIA

GEOGRAFI DALAM MEMPERSATUKAN INDONESIA

Indonesia merupakan salah Negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, baik pulau besar maupun pulau kecil. Dimana satu sama lain terpisah oleh lautan luas sehingga sangat susah untuk mempersatukan satu dengan yang lain, namun wilayah Indonesia yang luas merupakanb potensi yang luar biasa baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Oleh karena itu diperlukan sesuatu yang dapat membuat wilayah dari sabang sampai merauke, dari mianggas sampai pulau rote bersatu. Hal ini memang bukanlah hal yang sederhana dan mudah untuk dilakukan mengingat wilayah Indonesia yang terpisah-pisah satu sama lain. Indonesia memerlukan suatu ilmu yang cocok untuk melakukan itu, dan salah satu ilmu tersebut adalah Geografi. Geografi sebagai ilmu yang mempelajari fenomena-fenomena geosfer memiliki peran yang sangat besar. Kita bangsa Indonesia memiliki tugas besar dlama mempersatukan bangsa yang sangat besar ini terutama kita sebagai geograf penerus bangsa. Ssungguhnya geografi merupakan suatu ilmu yang paling pantas untuk mempersatukan bangsa kita yang majemuk ini, mengingat ilmu geografi mencakup hamper semua disiplin ilmu yang ada. Bangsa Indonesia mulai dari anak-anak dari jenjang SD, SMP, SMA wajib mempelajari geografi terutama mengenai geografi Indonesia, Rakyat wajib mengenal dan mengetahui secara jelas wilayah Indonesia dari sabang sampai Marauke dari Mianggas sampai Pulau roti, karena dengan mengenaili wilayahnya maka kita akan dapat mencintai negeri kita, seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”.

Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Artinya, geografi mempelajari hal ini baik yang disebabkan oleh alam atau manusia dan juga akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tetapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lain, yang diartikan lokasi pada ruang. Geografi memandang perlu meningkatkan kajiannya dalam bidang manajemen, perencanaan dan lingkungan yang membuat tugas geografi semakin berat dan kompleks. Maka di sinilah dibutuhkan peran dari ahli geografi yang kita sebut sebagai geograf. Sedangkan  Geograf adalah seorang ilmuwan yang bidang studinya adalah geografi, yakni studi lingkungan bumi dan juga habitat manusia. Ahli geografi tidak hanya mempelajari detail fisik lingkungan dan mencari pengaruh lingkungan fisik juga. Kemudian ia melihat pada manusia dan ekologi margasatwa, cuaca dan pola iklim, ekonomi dan budaya. Ia akan berkonsentrasi pada ruang pengaruh untuk mencari hubungan di antara unsur tersebut. Seorang geograf harus paham mengenai aspek lokasi, aspek ruang atau wadah, aspek skala, dan aspek waktu dimana keseluruhannya merupakan jati diri dari geografi. Pemahaman itu dapat dituangkan dalam konsep dan pendekatan baik keruangan / spatial, lingkungan / ekolofi, maupun kompleks wilayah.

Di Indoneia sendiri yang bila ditinjau dari segi geografinya merupakan negara dengan ciri sebagai negara kepulauan yang membawa nama besar Indonesia sebgai negara maritim. Bila ditinjau dari aspek potensi sumber daya wilayah nasional menjadi kekuatan dan modal besar bagi Indonesia, namun kekayaan alam ini bisa menjadi sebagai peluang dan juga sebagai tantangan apalagi dengan tingkat sumberdaya manusia (SDM) yang masih miskin. Hanya saja jika ditinjau dari aspek keamana, negara Indonesia mempunyai kelemahan karena terpisah antara pulau satu dengan pulau lainnya, yang mana ini mampu menimbulkan banyak konflik dan ancaman disintegrasi. Filosofi geografi memandang gejala-gejala alam Indonesia secara menyeluruh. Wilayah Indonesia secara filosofi geografi diturunkan menjadi ideologi geografi yang kemudian diwujudkan ke dalam kesadaran geografi menjadi tindakan untuk menyatukan wilayah geografi Indonesia. Disinilah seorang geograf dituntut untuk  mampu berperan penting dalam menyatukan wilayah bangsa Indonesia.

Geografi yang merupakan ilmu pengetahuan berkenaan  IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) maupun IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), namun lucunya di Indonesia justru dianggap sebagai mata Pelajaran yang kurang penting. Di Indonesia pendidikan geografi memang sudah cukup banyak diperkenalkan dari berbagai usia. Di sekolah dasar mata pelajaran geografi sudah tidak asing lagi, begitu pula di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya pada penjurusan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Hanya saja penyamaan persepsi pembelajaran geografi yang diberikan kepada para tenaga pengajarnya masih belum maksimum. Di tingkat perguruan tinggi, beberapa perguruan tinggi atau Universitas di Indonesia telah memaduakan pandidikan geografi sebagai mata kuliah. Seperti Program Studi Perencanaan Pengembangan Wilayah yang sekarang lebih diknel dengan Prodi Pengembangan Wilayah yang memadukan ilmu geografi dengan ilmu perencanaan wilayah yang mengaitkannya dengan fenomena-fenomena sosial. Contoh lainnya adalah Ekologi Budaya dan Politik, ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan alamnya dan ekologi politik bangkit ketika beberapa geografer menggunakan aspek geografi kritis untuk melihat hubungan kekuatan alam dan bagaimana pengaruhnya terhadap manusia. Di Indonesia perguruan tinggi yang membuka Program Studi Geografi sebagai ilmu murni dan menjadikannya sebagai sebuah fakultas hanya dua Perguruan Tinggi Negeri, UGM (Universitas Gadjah Mada) dan UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta), sedangkan Program Studi Pendidikan Geografi ada di 45 Perguruan Tinggi. Saat ini Indonesia baru dapat mengahsilkan lulusan geografi dengan jumlah 200 orang tiap tahun. Ikatan geograf mengusulkan menambah beberapa fakultas geografi di beberapa universitas. Saat ini, jumlah sarjana geografi di Indonesia mencapai 3000 orang, jumlah ini sangat minim dibandingkan bidang ilmu lain. Padahal peran ahli geografi atau geograf makin penting seiring meningkatnya ancaman terhadap batas wilayah serta bertambahnya kerusakan lingkungan akibat pengelolaan sumberdaya alam. Selain itu kurikulum geografi di SMA saat ini tidak sinkron dengan pembelajaran di perguruan tinggi. Di tingkat SMA pelajaran geografi hanya diajarkan di Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, padahal geografi di perguruan tinggi memuat materi Ilmu Pengetahuan Alam yaitu campuran matematika, fisika, statistik dan ilmu komputer.

Kenyataannya, di Indonesia tenaga geografi masih kurang baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Sebenarnya telah banyak yang dilakukan oleh ilmuwan geografi dalam memimpin dan memprakarsai kepedulian kita dalam menghadapi masalah lingkungan dan penyimpangan tata ruang wilayah, namun karena kurangnya penmahaman terhadap geografi alhasil menyebabkan kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan. Banyaknya bencana alam yang terjadi di negeri ini adalah tanda-tanda alam akibat manusia telah merampas habitat ekosistem secara serakah dan tidak ramah lingkungan, sebgai respon alam manusia diberi hukuman yang tidak dapat ditebak kedatangannya. Ini semata-mata karena sifat egois manusia yang tidak pernah puas dan ingin menjangkau di luar kemampuannya.

Secara teknik geografi dikemas dalam Sains Informasi Geografis yang meliputi kartografi, penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografi (SIG). Melalui pengetahuan dasar geografi tinjauan teknologi dan sains informasi geografis sebagai dasar kajian pemodelan sistem informasi menejemen sumberdaya alam dan lingkungan. Sedangkan secara aplikatif, program studi geografi di Indonesia perlu diseragamkan persepsinya, pemahaman dan pendalaman materi perlu didasari pemikiran sistem secara menyeluruh saling timbal balik antara geografi fisik dan gegrafi manusia, dan yang terpenting geografi tidak mencetak ahli perencanaan tetapi geografi mengerti perencanaan.

Beberapa tujuan mempelajari geografi bila ditinjau dari aspek sikap antara lain, yaitu untuk menumbuhkan kesadaran terhadap perubahan fenomena geografi yang terjadi di lingkungan sekitar, mengembangkan sikap melindungi dan tanggungjawab terhadap kualitas lingkungan hidup, mengembangkan kepekaan tehadap permasalahan dalam pemanfaatan sumberdaya, mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan sosial budaya dan mewujudkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa. Untuk itu geografi sangat penting dalam mempersatukan bangsa yang diwujudkan melalui peranan seorang profesional geografi (geograf) dalam menyatukan Wilayah Bangsa Indonesia.

Peranan Geograf dalam Menyatukan Wilayah Bangsa Indonesia

Peranan geograf terkespresikan ke dalam jati diri geografi yang menjadi landasan geograf untuk menyatukan bangsa Indonesia. Tugas utama geograf Indonesia sesuai dengan jati diri geografi adalah dengan mengenal dan mencintai geografi wilayah (regional) Indonesia. Pengenalan ini dapat dilakukan dengan melihat konsep dalam mengenali wilayah (regional) suatu bangsa antara lain :

  1. Obyek kajiannya berupa wilayah (regional), geografi wilayah (regional) Indonesia.
  2. Pendekatan kajiannya dapat berupa keruangan / spatial, lingkungan / ekologi maupun kompleks wilayah.
  3. Perencanaan kajian yang meliputi lokasi, tempat, ruang, skala dan waktu.
  4. Domain kajian meliputi hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan lingkungan dan hubungan antar lingkungan.
  5. Analisis kajian berupa verbal, manual / kualitatif, statistikal – matematikal, deskriptif – kognitif.

Keseluruhannya dapat diwujudkan dalam tindakan, seperti contoh mengenal batas pulau-pulau terluar dari Indonesia. Maka dari itu sangat diperlukan pendidikan geografi yang dapat diterapkan misalnya dengan pengenalan secara dini mata pelajaran geografi, menyamakan persepsi pembelajaran geografi kepada para tenaga pendidik, diadakannya pertemuan geograf Indonesia berkala, dan sebagainya. Semua itu untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan geografi itu sendiri, yakni mengahsilkan lulusan geografi yang sesuai dengan spesifikasi / kompetensi lulusan yang diinginkan, serta mengahasilkan lulusan geografi yang mampu membuat,menyajikan dan mencitrakan atau mendeskripsikan SIG (Sistem Informasi Geografi) basis data tematik yang dibutuhkan oleh pengguna dan stakeholder. Selain itu pengenalan filosofi dan ideologi geografi kepada seluruh bangsa Indonesia mampu menimbulkan kesadaran dan tindakan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Serta persatuan dan kesatuan Geograf Indonesia dalam penyamaan persepsi pembelajaran dan pendidikan geografi menjadi syarat utama dalam menyatukan bangsa Indonesia. Pada  akhirnya hal yang harus dipahami adalah filosofi dan ideology geografi sebagai pemersatu Negara kita tercinta Indonesia.

2 thoughts on “GEOGRAFI DALAM MEMPERSATUKAN INDONESIA”

  1. memang dari dulu masalah geografi…. tetap sama…
    yaitu ketidakjelasan spesialisasi ilmu…namun bagaimana lagi namanya aja geografi ya semua yan g ada di dunia ini dipelajari…..
    he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s